Jhon Key Penghianat Harus Mati Kata Saksi Ahli

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Sidang lanjutan perkara pengerusakan tutcs key dan kawan kawan sudah sampai saksi ahli pidana dan saksi ahli bahasa.

Kuaaa hukum terdakwa Anton dan Rekan Pengacara, 22 terdakwa, anak buah John Key yang diduga melakukan Pembunuhan dan Penyerangan di Kosambi Jakarta Barat dan Green Like City Tangerang, menghadirkan dua saksi ahli (Ahli Bahasa dan Pidana), Kamis (19/11/2020) di Pengadilan Negeri Tangerang.

Sebelum sidang dilanjutkan, Ketua Majelis Hakim yang diketuai Sutarjo, dibantu hakim anggota, Mahmuriadin dan Arif Budi Cahyono, terlebih dahulu membacakan, CV saksi ahli Bahasa, Prof Wahyu dan ahli Pidana DR Ependi Saragih SH. MH dan di sumpah, sesuai agama dan kepercayaan saksi.

Saksi ahli Bahasa Prof Wahyu, mengatakan, masalah Persyaratan yang dilontarkan John key Penghianat harus mati, karena karakternya tidak bagus, tapi ahli berpendapat yang mati bukan orangnya, tapi bisa saja Karakternya yang di matikan, karena sifatnya kurang bagus.

Sedangkan saksi ahli Pidana, DR. Efendi Saragih, SH. MH berpendapat jika suatu perintah dari Klain untuk menagih utang (Sesuai Surat Kuasa) itu adalah ranah Perdata, jadi kuasa hukum (Lowyer) tidak bisa di minta pertanggung jawaban pidana, tapi yang dipidana orang yang berbuat, atau pelaku.

Jaksa Pununtut Umum, Haerdin, Adib, Eva dan Bakti dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, yang menyidangkan, 22 terdakwa orang, anak buah Joh Key, dibagi dalam dua berkas perkara.

Satu berkas Perkara atas nama, Cosmas Kain Kainu, terdiri dari 9 orang terdakwa, sedangkan berkas kedua atas nama, Tutce Key terdiri dari 13 orang terdakwa.

Persidangan 22 terdakwa anak buah, John Key tetap dilaksanakan secara Virtual, terdakwa tetap di tahanan di Polda Metro Jaya, hanya sidang melalui layar televisi yang di siapkan di Pengadilan.

Tim Pengacara yang di Ketuai Anton dan Rekan yang mendampingi para terdakwa di Persidangan, menyangkut pemeriksaan saksi memohon kepada Majelis hakim, agar saksi di hadirkan di Persidangan, Memohon jangan melalui Teleconfrece, biar tau gerak gerik dan ucapan saksi apakah benar atau bohong.

Tapi ketua Majelis Hakim, sidang terdahulu langsung, membacakan dasar Persidangan, Sesuai SEMA No 1 Tahun 2020, Persidangan Perkara Pidana tetap dilaksanakan secara online (Virtual) secara kasus terdakwa, yang tidak bisa di perpanjang masa penahananya selama musim Pandemi Covid-19. sidang tetap dilanjutkan.

Kejadian dugaan Pembunuhan di Kosambi Jakarta Barat dan Pengerusakan rumah, Nus Key di Green Like City Tangerang,
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat ke 22 terdakwa dengan dakwaan berlapis, yaitu pasal 340 KUHP jo pasal 169 jo 170 dan 351 jo pasal 55 KUHP dan UU Darurat No 12/1954. sidang selanjutnya akan memasuki agenda pemeriksaan terdakwa. (F41Z)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here