Kasus Anak Wakil Walikota Tangerang Blunder, Bukti Narkotika Golongan Satu Jenis Sabu Serta Ganja

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Blunder kasus narkotika yang lagi buming di Pengadilan Negeri Kota Tangerang dengan terdakwa Akmal Sohairudin Jamil bin Sachrudin warga Cipondoh Kota Tangerang bersama Syarif, Dede dan muhamad tofik, dengan barang bukti sabu sabu seberat 0,51 gram, 0,31 gram dan ganja 7,3 gram.

Terdakwa di tangkap oleh Buser narkoba Polda metro jaya pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020 ketika sedang menuju rumah terdakwa dede yang lebih dulu diamankan polisi.

Ternyata Akmal Sohairudin Jamil mentransfer uang sebesar Rp.800.000.00 (Delapan Ratus Ribu Rupiah) ke terdakwa Dede untuk membeli sabu sabu 1 gram seharga 1,6 juta. Hingga akhirnya tertangkap, para terdakwa belum memakai.

Terdakwa Akmal Sohairudin Jamil adalah anak wakil walikota Kota Tangerang, Banten, ketika di tangkap sedang menuju rumah Dede taman bunga No. 5 Kota Tangerang. Setelah Dede dan Syarifudin diamankan lebih dulu Pukul 00-15 Wib. malam hari. Keduanya lebih dulu di amankan oleh satuan dit narkoba Polda Metro Jaya.

Polisi menemukan satu klip bening warna putih Sabu sabu seberat 0,51 gram. Setelah di kembangkan Di temukan di atas kasur barang bukti yang sama seberat 0,31 gram dan ganja 7,3 gram.
Total barang bukti 0,82 gram dan ganja 7,3 gram,” ujar Riskiyono anggota Buser yang menangkap para terdakwa.

Ketika berkas dari Polda di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang P21 di tolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karena ada kejanggalan. Dan berkas Akmal Sohairudin jamil bin Sachrudin harus sama dengan berkas Dede, Syarifudin dan muhamad tofik. Berkas kemudian di P19 oleh JPU,

Satu bulan lebih berkas dari penyidik Polda Metro jaya kembali ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menjadi P21 ke 4 tersangka di tingkatkan naik tingkatan menjadi terdakwa.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menerima P21 berkas Akmal, Dede, Syarifudin dan M. Tofik terdakwa langsung di tahan Karena tidak ada asesmen rehab dari penyidik Polda Metro jaya. Kalau ada asesmen rehab saya bawa ke RSKO yang di rujuk oleh penyidik,” papar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang di hadapan awak media yang meliput berita di kejaksaan dan pengadilan.

(JPU Adip sedang menunjukan barang bukti lewat layar tv ke terdakwa)

Setelah sidang sudah memasuki saksi ahli hukum pidana dan dokter dari yayasan yang di hadirkan untuk meringankan para terdakwa. Kuasa hukum terdakwa Sri Afriani mengatakan. Para terdakwa harus di rehabilitasi Karena korban.

Jelas-jelas sebagai korban penyalah gunaan narkoba dan berhak mendapatkan rehabilitasi,” kata Sri selesai sidang di tunda karena majelis Hakimnya R aji suryo SH. MH sedang sakit.

Pemerhati kebijakan publik dan hukum ahli pidana Dr. Dwi Seno Wijanarko SH. MH. dosen universitas bhayangkara Jakarta Raya mengomentari bahwa peristiwa hukum tersebut senyatanya dapat dilakukan rehabilitasi bagi pengguna yang sudah ketergantungan tersebut, namun demikian apabila asesmen dari pihak medis yang di mohonkan oleh penyidik tidak ada ini yang menjadi sesuatu yang tak lazim atau sesuatu yang tidak lumrah,

Tanpa asesmen pun Hakim bisa memutus di pasal 127 Karena hakim memiliki kewenangan yaitu Sema Mahkamah Agung. Pasal 127 maksimal 4 tahun atau di bawah 1 tahun dengan catatan rehabilitasi apabila ada asement. Untuk memastikan ke mana. Yayasan rehabilitasi tersebut.

Kalau memang pengguna seharusnya BNN dapat segera menghantar dan memasukan para terdakwa ke RSKO Jakarta timur, namun dapat juga berdasarkan putusan pengadilan agar pengguna menjalani rehabilitasi,” Pungkas Dr. seno.

Pasal 114, itu yang tepat untuk menuntut dan memutuskan perkara ini. Unsurnya sudah terpenuhi. Mentransfer uang sama saja menyuruh, membeli, menukar, di tukar, membelanjakan, di belanjakan, perekusor bersekongkol kejahatan Narkotika. Sedang barang bukti 0,51 gram 0,31 gram = 0,82 gram di tambah ganja 7,3gram. Celah pasal 127 sudah tertutup dengan adanya barang bukti yang di amankan oleh penyidik.

Apa lagi para terdakwa belum memakai barang bukti sabu sabu dan ganja yang sudah di belinya. Walaupun alasanya untuk di pakai diri sendiri tidak bisa untuk alasan penegakan hukum. (ply/Zoe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here