Beranda Hukum Kuasa Hukum Anak Wakil Walikota Tangerang Ancam Jaksa dan Hakim

Kuasa Hukum Anak Wakil Walikota Tangerang Ancam Jaksa dan Hakim

0
Kuasa Hukum Anak Wakil Walikota Tangerang Ancam Jaksa dan Hakim

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Kuasa hukum terdakwa Akmal Soheirudi Jamil Bin Sahrudin Wakil Walikota Tangerang ancam jaksa dan hakim Pengadilan Negeri Tangerang ingin naik banding kalau Akmal di vonis pasal 114.

Di kutip dari salah satu Media yang menurunkan brita jumpa pers pada tanggal (24/12/2020) Prof Edy Kustino, dan Richard Nayoan SH, sidang sudah di tunda 2 kali dalam satu minggu pihak Pengadilan Negeri Tangerang.

Sedangkan pihak JPU sedang melengkapi fakta untuk persidangan. Sri Afriani juga mengatakan. Saat ini team kuasa hukum sudah mendapatkan surat ASESMEN hasil tes dari Kementrian HUKUM dan HAM.

Para terdakwa di jerat pasal 111 kepemilikan ganja pasal 112,114 dan 127 rehabilitasi dalam berita media Siber Online.

Perlu di ketahui dalam persidangan jaksa penuntut umum pertama Gojali SH jaksa ke dua Adib Fahri SH dan jaksa ke tiga Neisa Sabrina SH. Dan Majelis Hakim R Suryo Aji SH. MH.

Kuasa hukum terdakwa tidak memaparkan berapa banyaknya barang bukti yang di miliki para terdakwa. Dalam keterangan saksi polisi terdahulu barang bukti di temukan sebanyak 0,51 gram dan di atas kasur rumah Dede ada sabu-sabu seberat 0,31 gram dan ganja 73 gram. Bukan 0,52 gram

Banyaknya barang bukti yang dimiliki para terdakwa dalam jumpa pers tidak di ungkap oleh kuasa hukum terdakwa. 0,82 gram sabu-sabu dan 73 gram ganja sebagai barang bukti tidak bisa di pungkiri dalam fakta persidangan sebagai kepemilikan. Bukan pengguna Karena belum sempat memakai sudah di tangkap.

Peran terdakwa Akmal Sohaerudin Jamil sebagai prekusor kejahatan narkotika menyuruh membeli memberi uang lewat transfer untuk membeli sabu-sabu seberat 1 dji atau 1 gram seharga 1,6 juta dengan cara patungan, fakta sidang saksi polisi juga di benarkan terdakwa.

Terdakwa Akmal Sohaerudin Jamil belum memakai sabu sabu yang sudah di beli terdakwa Dede. Sedangkan peran Syarifudin dan muhammad taufik juga memberi uang seperti peran Akmal.

Dengan ngototnya kuasa hukum terdakwa supaya jaksa dan hakim bisa memutus perkara ini di pasal 127 menurutnya sangat riskan. Karena para terdakwa belum memakai narkotika jenis sabu sabu dan ganja tersebut.

Rehabilitasi bukan pengedar, terdakwa sebagai pemakai harus di rehabilitasi,” ujar kuasa hukum terdakwa di kutip dari berita media online. Juga sudah memiliki surat asesmen dari depkum ham.

Dalam pantauan awak media hukrim kepolisian. Kejaksaan, pengadilan. Asesmen seharusnya di keluarkan oleh polisi dalam penyidikan dari rumah sakit ketergantungan obat RSKO yang di miliki polri di Jakarta Timur.

Kuasa hukum terdakwa dalam persidangan gembar gembor sudah memiliki asesmen dan di kuatkan saksi ahli yang di datangkan dari yayasan rumah sakit yang ada di Ciputat Tangerang selatan dan saksi ahli pidana Josua SH MH.

Saksi ahli pidana Josua SH tidak asing lagi dengan Awak media hukrim Karena sering beracara di Pengadilan Negeri Tangerang. Sebagai pengacara.

Seharusnya kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi ahli dari RSKO rumah sakit ketergantungan obat dari rumah sakit polri dan saksi ahli pidana dari badan narkotika nasional (BNN) kalau ingin melarikan ke pasal 127.

Lebih lanjut, Kuasa hukum Akmal Sohaerudin Jamil anak wakil walikota Tangerang. Harus berhadapan dengan jaksa Neisa Sabrina SH anak gubernur Banten sebagai jaksa penuntut umum.

Beranikah anaknya gubernur Banten sebagai jaksa penuntut umum guna menolong anak wakil walikota Tangerang yang terjerat narkotika. Banyaknya barang bukti akan di taruhkan jabatanya sebagai jaksa pengayom keadilan.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Tangerang Arif SH. MH. Ini masalah kecil kok jadi ramai Permasalahanya dimana,” papar Arif ketika di telphon awak media.

Itu Kajari kan punya website ke pejabat Pemda. Apa gak bisa komunikasi meredam pemberitaan awak media pengadilan,” ulas humas pengadilan terkesan heran.

Selama perkara anak wakil walikota di tangkap awak media hukrim selalu pantau dan komunikasi dengan penyidik Polda. Bahkan P19 berkas di tolak jaksa awak media hukrim pun memantau dan berita sudah ramai. (SEP/Zoe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here