Money Politik dalam Kampanye Pertamanya. Tim Sukses No Urut 3 Calon Walikota Tangsel Disidangkan

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Muhamad Wily Prakosa 52 tahun warga cilengggang RT 05/02 duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kota Tangerang. Terdakwa di seret jaksa penuntut umum primayuda Yutama SH dengan pasal 187 undang undang No 10 tahun 2014 dan perubahanya.

Majelis Hakim wendra Rais SH. MH menanyakan terdakwa M Wily Prakosa “sudah mengerti di hadapkan di ruang sidang ini. Terdakwa menjawab mengerti. Saudara sehat,” tanya Majelis Hakim, di jawab sehat. Bisa mengikuti persidangan. Bisa jawab terdakwa sambil memandangi lantai Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

Sidang perdana kasus money politik Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) Jaksa Penuntut Umum kasi pidum Taufik turun langsung ke persidangan menghadirkan 10 saksi pelapor dan saksi fakta yang melihat langsung terdakwa membagi bagikan uang dilokasi lapangan sepak bola macek ciater Serpong Tangerang Selatan.

Muhamad Bily Prakasa pada tanggal 26 bulan September 2020 di lapangan bola rawa macek ciater Serpong dengan sengaja melawan hukum menjanjikan memberikan materai untuk mempengaruhi calon tertentu. Supaya mengikuti kemauannya memilih calon walikota Tangerang Selatan No urut 3 Benyamin dafni dan wakilnya.

Terdakwa sebagai ketua LSM jaringan aktivis reformasi Tangerang telah mengumpulkan anggotanya, LSM dan warga masyarakat yang ada dilapangan Macek ciater Serpong.

Lebih lanjut, Terdakwa menemui warga yang sedang main bola. Selesai warga main bola terdakwa memasuki lapangan sambil berbicara memakai toa memberikan masker dan uang Rp. 400.000.00 (Empat Ratus Ribu Rupiah). Uang 300 ribu ke ibu ibu. Juga membagikan uang 450 ribu untuk membeli minuman.

Kita sekarang memilih No 03 supaya ada perubahan,” ujar terdakwa lewat toa yang di bawanya di hadapan warga masayarakat ciater. Sekarang kita memilih No 03 benyamin dafni dan wakilnya.

Selain itu pula Terdakwa membagi bagikan uang ke warga saat mendeleklarikan diri untuk memilih No 3. Yang telah melanggar ketentuan Pasal 187, ayat undang undang no 10 tahun 2014 tentang pemilihan walikota dan gubernur,” Ujar JPU dalam dakwaanya.

Terdakwa dengan kuasa hukumnya tidak mengajukan esepsi. Sidang berlanjut mendengarkan saksi. JPU menghadirkan 10 saksi 3 saksi pelapor Rivaldi SH, Rizal SH dan Joko profesi sebagai pengacara. Saksi fakta juga di hadirkan 3 orang H. Dadan wijaya Usman dan Saipudin alias pelor yang melihat dan mengetahui perbuatan terdakwa di lapangan.

Saksi Bawaslu dan KPU pun di hadirkan, sedangkan saksi ahli akan di periksa hari ini senin 23 November 2020. Kesaksian pelapor Rivaldi mengetahui ada pelanggaran dari Video di hanphone milik saksi Joko. Video di transfer ke flashdisk yang di jadikan barang bukti dan diputar dalam persidangan.

Saksi rifaldi sebagai pelapor pelanggaran Video rekaman gambar dan suara adanya pelanggaran kampanye Pilkada Tangsel. Saksi mengetahui dari gambar Video kalau terdakwa Muhamad Wily Prakasa membagi bagikan uang sambil mengajak memilih calon walikota No urut 3.

Selain suara mengajak memilih No urut 3 terdakwa juga ada gerakan tubuh sambil memgacungkan 3 jari. Saksi juga bernaung di aliansi lembaga Tangerang. Aliansi mata satu, saksi mengaku dalam persidangan tidak mengakui menjadi salah satu tim sukses calon walikota.

Saksi Joko sebagai pemilik Video juga menerangkan ada pembagian uang dari terdakwa ke warga. Keterangan Joko pun Sama dengan keterangan saksi Rivaldi SH.

JPU saksi tau ada Video dari mana. Saksi menjawab dari yuotube. Di dapat dari beranda ada tulisan teks jari 98. Hari ini jari 98 deglarasi jari 98 nyawer. Cancel dwiproduser jari 98. Terlihat di beranda. Kuasa hukum terdakwa meminta diputarkan Video dari barang bukti flashdisk.

Keterangan ke 3 saksi tidak dibantah oleh terdakwa. Membagikan uang di lapangan Ciater juga di benarkan. Karena dalam gambar Video memang ada pembagian uang pecahan 50 Ribuan.

Acara diadakan di hari pertama Pilkada Tangsel. Menurut terdakwa tidak ada yang namanya nyawer, itu untuk kepentingan politik.

Sedangkan saksi saipudin alias pelor mengenal terdakwa melakukan deglarasi dilapangan Ciater. Sabtu tanggal 26 Oktober jam 5 sore terdakwa membagikan uang,” pungkasnya. (ply/Zoe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here