Penyidik Polres dan Kejaksaan Tidak Hadir dalam Sidang Praperadilan

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Sidang praperadilan antara pemohon yaw nio (68) tahun vs Melawan sebagai termohon polres Metro kota Tangerang dan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang di tunda Selasa 13 Oktober 2020 Karena termohon tidak ada yang hadir dalam persidangan.

Hakim Tunggal Gatot Mawardi SH. SH dalam keadaan sakit membuka sidang praperadilan Senin 12 Oktober 2020 tentang pemberhentian perkara SPPP (SP3). Kuasa hukum termohon Willy Sidharta SH mengatakan. Hari ini sidang pertama” tetapi termohon penyidik Kepolisian CQ dan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang tidak ada yang hadir. Kami ajukan pemohon praperadilan tentang sah tidaknya penghentian penyidikan terhadap laporan klien kami.

Ada laporan polisi no Lp/K/903/VI/2020/ Resort Tangerang Kota tanggal 9 Juni 2002 sesuai surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) SPPP no B /7263/XRes.1.9/2019 tanggal 25 Oktober 2019.

Pemohon Yaw nio warga kampung Sindang RT 003/004 Kelurahan Neglasari bersama 5 saudaranya melaporkan wilson Tambunan Warga jalan cangkir II Blok F. III No. 9 RT 06/11 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren sawit Jakarta Timur.

Kami selaku kuasa hukum termohon mengajukan pra peradilan atas di hentikannya proses penyidikan terhadap laporan klien kami. Sebagai ahli waris mendiang Souw Tjeng Sin yang sudah meninggal pada pada tanggal 19 April 2010.

Almarhum Souw Tjeng Sin merupakan pemilik tanah yang sah sekaligus 5 bangunan di atas tanah seluas 1.700 Meter. Bahwa pemohon merupakan korban dari kejahatan (Secondary Victims) atas terbitnya (AJB) Akta Jual Beli No 15/1/Batuceper/1994 atas obyek perkara yang di buat tanpa sepengetahuan almarhum Souw Tjeng Sin. Dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Said Hasjim Hamid pada tanggal 2 Maret 1994 di atas obyek tanah pemilik almarhum Souw Tjeng Sin.

Dengan mempergunakan AJB tersebut Wilson Tambunan melakukan peralihan hak atas obyek tanah tersebut, menjadi sertifikat hak milik SHM No. 183 Neglasari tertulis Souw Tjeng Sin menjadi sertifikat hak milik SHM No. 965 Neglasari atas nama Wilson Tambunan pada 11 April 1997.

Sidang pun akan dilaksanakan besok Selasa 20 Oktober 2020 masih memanggil termohon penyidik kepolisian dan penyidik kasi pidum Kejaksaan. Acaranya termohon datang atau tidak datang sidang berlanjut,” ujar Willy Sidarta. (Ply)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here