Satpam Sulut Kerusuhan Aksi Demo Warga Cipete dan Kunciran Jaya

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Aksi demo warga cipete atau kunciran menagih janji ke Ketua Pengadilan Negeri Tangerang. Menurutnya ada indikasi Ketua pengadilan menghianati rakyat kecil,” ujar kordinator aksi demo.

Kami warga Cipete kunciran jaya menagih janji ke Kepala Pengadilan Negeri Tangerang,” papar Saipul Bahri kordinator demo.

Menurutnya, Kepala pengadilan menjanjikan warga saat demo bulan lalu, kami kesini menagih janji,” kata RT sapei.

Yang konon kabarnya Pengadilan akan bantu warga untuk menyelesaikan masalah tanah warga. Tanah milik warga yang di klaim oleh pihak keluarga dermawan. Dari 9 SHGB seluas 45 hektar. (5/11/20).

Hari ini kami warga datang ke pengadilan menagih janji. Pengadilan sepertinya tidak koperatif dalam upaya penegakan supremasi hukum di Kota Tangerang,” ulas Saipul bahari,

Janji ketua pengadilan dalam audensi tersebut sudah berjanji untuk mengawal dan bersikap kooperatif dalam setiap proses hukum terkait permasalahan yang timbul atas penetapan eksekusi No 120/pen.eks/2020/pn Tng.

Kami sudah laporkan saudara Darmawan sebagai pemohon eksekusi dengan dugaan tindak pidana pemalsuan atau penyerobotan.

Dari surat SP2HP tersebut mengetahui ada 9 sertifikat hak guna bangunan yang menjadi obyek penyitaan masih di tahan dan berada di tangan ketua pengadilan negeri Tangerang.

Tindakan ketua pengadilan yang menahan 9 SHGB tersebut semakin menunjukan dengan jelas bahwa penetapan eksekusi atas lahan seluas 45 hektare milik warga kelurahan Cipete dan kunciran jaya kecamatan pinang kota Tangerang pada tanggal 7 Agustus 2020 disinyalir memiliki cacat hukum baik secara pidana maupun perdata.

Demo sempat ricuh Karena warga terpancing seseorang yang memakai baju seragam security. Salah satu warga yang demo terkena tonjok. Akhirnya warga marah dengan melemparkan papan bertuliskan demo, batu, air mineral, bambu, bendera di lempar ke salah satu security yang diamankan polisi. Kami di Sulut keributan oleh satpam,” tutur warga sambil menunjuk.

Keranda jenazah yang menandakan matinya supremasi hukum di bakar di tengah jalan oleh pendemo, bertepat didepan pengadilan. Kapolsek Kota Tangerang ahkirnya menjadi mediasi, supaya bisa bertemu dengan Kepala Pengadilan.

Lebih lanjut, Kepala pengadilan negeri kota Tangerang tidak mau menerima warga kalau masih ada masyarakat di depan pengadilan. Saipul Bahri akhirnya membubarkan massanya untuk balik ke rumah masing masing. Hingga berita ini ditayangkan negosiasi kepala pengadilan dan warga cipete, kunciran jaya belum ada hasilnya. (Ply/Pelantun Kopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here