Sidang Akmal: Hakim Sakit Saksi Ahli di Tunda Hakim Anggota

(Ilustrasi)

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Sidang kasus penyalah gunaan narkotika golongan satu berbentuk sabu sabu dan daun ganja yang menyeret anak orang No. 2 di Kota Tangerang di tunda hakim anggota Sucipto SH. MH.

Sucipto membuka sidang di hadiri jaksa penuntut umum pengganti Adib SH dan Oktaviandi SH jaksa kejaksaan Negeri Kota Tangerang Banten.

Hakim pengganti Sucipto SH sempat menanyakan kesehatan 4 terdakwa dan di jawab sehat. Hari ini jadwal sidang mendengarkan 2 saksi ahli pidana dan saksi ahli dokter dari rumah sakit Karena majelis hakimnya R Aji Suryo SH. MH sedang sakit, sidang tidak bisa di lanjutkan,” ujar Sucipto SH. MH yang membuka sidang untuk di tunda Senin depan.

Kuasa hukum Akmal Sachrudin Jamil, dede, Saryfudin dan Mohammad Taufik atas kepemilikan sabu sabu satu klip bening seberat 0,51 gram. Di atas kasur di temukan sabu sabu seberat 0,31 gram dan ganja 7,3 gram tidak bisa di bantah para terdakwa oleh saksi polisi Riskiyono pekan lalu.

Kuasa hukum terdakwa Sri Afriani SH. Para terdakwa harus di rehab Karena mereka korban,” Kata Sri selesai sidang di Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Senin 16 November 2020.

Sesuai undang undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika pengguna atau user adalah korban yang harus direhabilitasi,” papar pengacara para terdakwa.

Praktisi hukum Badriyansah SH. MH mengatakan. Para terdakwa bisa di rehabilitasi asal memenuhi unsur dan bisa membuktikan asesmen dari rumah sakit ketergantungan RSKO.

Dalam pembuktian Jaksa penuntut umum barang buktinya 0,51,0,31 dan ganja 7,3 gram sangat sulit Karena banyak barang buktinya,” terang dosen yang aktif di pos Bakum pradin Pengadilan Negeri Tangerang.

Ketika di tangkap unsur salah satu terdakwa mentransfer uang ke salah satu terdakwa untuk membeli sabu sabu seberat 1 gram seharga 1,6 juta. Unsur memberi, menyuruh, bersekongkol sudah terpenuhi,” ulas Badriyansah SH. MH yang biasa di.panghil bang bule.

Mentransfer, memberi, menukar, ditukar membelanjakan, membeli, menguasai sudah cukup unsur memenuhi perbuatan melawan hukum berkesekongkolan jahat terhadap narkotika. Dimana saat ini pemerintah sedang giat giatnya dalam pemberantasan narkotika, pemerintah sedang perang terhadap narkotika. Para terdakwa justru terang terangan mentarnsfer uang untuk beli narkotika. Kepemufakatan jahat dalam undang undang narkotika sudah terpenuhi pasal 114,” pungkas bang bule. (Play/Zoe Pelantun Kopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here