Terdakwa Aurelia Margaretha, Keterangan Saksi Dinilai Plin Plan, Membuat Bahan Tertawaan

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Dalam sidang lanjutan laka lantas di Pengadilan Negeri Kota Tangerang terdakwa menghadirkan dua orang saksi yang meringankan. Dalam kesaksian pacar terdakwa bukan meringankan malah memberatkan terdakwa. Rabu (24/6/20)

Johanes remond dan Yunita mulawatiriu sebagai orang tua terdakwa, sedangkan saksi remond adalah saksi BAP polisi sudah di panggil oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi BAP, akan tetapi tidak datang. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oktaviandi SH merasa berkeberatan atas kesaksian Johanes dan orang tua terdakwa, Karena masih satu darah.

Untuk saksi Yunita orang tua kandung terdakwa, kesaksian tidak di sumpah,” ujar majelis hakim Arif Budi Cahyono SH MH. Sedangkan saksi Remond di dengarkan kesaksiannya dan di sumpah sesuai hukum acara pidana, Karena majelis hakim ingin menggali keterangan saksi BAP yang tidak ingin datang malah menjadi saksi yang meringankan terdakwa.

Yohanes remond mengenal terdakwa Aurelia margaretha Yulia 26 tahun melalui temanya. saksi tahu kejadian kecelakaan Karena saat di telphon terdakwa. Pukul 4 sore tanggal 29 Maret 2020. Sebelum kejadian saksi jam 2 siang sempat bertemu di restoran korean sanjung daerah lipo Karawaci.

Aurel membeli 4 botol miras merk Soju,” papar saksi. Kami minum habis 3 botol lalu sisanya terdakwa bawa ke mobilnya. 1 botol sisa minum dari 4 botol,” terangnya ke majelis Hakim.

Terdakwa minum tidak ada pengaruh dan kesadaranya tidak berubah,” kata saksi yang meringankan terdakwa. Kemudian langsung di tertawai keluarga korban dan kerabat almarhum Andre njontoyusodo 51 tahun yang memenuhi ruang sidang.

Alkohol merek Soju yang kadar alkoholnya 19%,” tutur Remond di hadapan majelis hakim Arif Budi cahyono SH. Saksi Remond kenal barang bukti 1 botol minuman Soju yang di bawa oleh JPU Oktaviandi SH di hadapan hakim Arif.

Saksi tidak tahu kejadian tabrakan yang di lakukan terdakwa dengan korbanya. Tahu kejadian setelah di telphon oleh terdakwa. Sebelumnya minum Soju bersama sama di restoran korean sanjung. Terdakwa yang minta untuk memesan Soju. Kemudian terdakwa menelphon saya mengajak bertemu di restoran jelas Remond.

Saksi ini ketika di tanya oleh kuasa hukum terdakwa lancar menjawabnya.
Terdakwa sedang tripmen di dokter psikiater, terdakwa menghidap penyakit bipola,” ungkap saksi menjawab pertanyaan pengacara terdakwa.

Ketika Majelis hakim menanyakan penyakit bipola saksi tidak tahu. Sakit apa yang di derita terdakwa. Lagi lagi saksi tidak bisa menjawab pertanyaan majelis hakim Arif Budi Cahyono SH MH. Saksi terlihat kebingungan hanya menoleh kekanan ke meja pengacara terdakwa.

Sedangkan saksi Yuni orang tua terdakwa di hadapan hakim mengaku tidak kenal korban. Tetapi ketika di perlihatkan fhoto jasad korban yang tergeletak di TKP, saksi menjawab tidak tahu. Saya tahunya dari polisi,” pungkas ibu terdakwa.

Saya panik, tiba tiba anak saya marah marah sama orang lain jawab saksi. Korban Andre pun lalu meninggal, yang menabrak anak saya,” ungkap ibu korban menyakinkan jaksa dan hakim.

Sebelumnya saksi menjawab tahu dari polisi. Kesaksian orang tua terdakwa sepertinya plin plan. Kenal Karena tetangga. Tidak kenal korban., tetapi mengetahui yang tergeletak Andre, memgetahui juga dari polisi. Kesaksian ibu terdakwa jadi bahan tertawaan para pengunjung sidang.

Minuman Soju di dapat aurelia Yulia dari restoran korean sanjung, tidak berani datang ke rumah korban Karena perkumpulan agama melarang. Suasananya masih panas,” terang orang tua terdakwa.

Saksi ini suka cerita mengarang sendiri, tetapi ketika di tanya majelis hakim jawabnya tidak mengetahui. Sekarang anak saya sudah menjadi terdakwa dan saya baru sadar,” jawab saksi ibu terdakwa.

Soal penyakit BIPORA ahli obat apoteker Suganda mengatakan. Penyakit BIPORA itu obatnya Be polen. Itu jenisnya Obat vitamin. Karena ketidak setabilan berpikir sehingga di butuhkan obat be polen.

Obat ini tidak di jual dipasaran bebas. Harus dengab resep dokter, kalau akibat minuman keras terus minum be Polan tidak bisa mempengarungi obat, sebab kalah sama besarnya alkohol. Apalagi sebanyak 19% dan yang di minumnya juga sudah terlalu banyak,” pungkas bang ganda yang mengerti tentang obat obatan. (Play/Zoe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here