Menlu Iran Kecam AS Dinilai Mempersenjatai Israel Dengan Senjata Cangih, 212 Orang Termasuk 58 Anak-anak Telah Menjadi Martir Di Jalur Gaza

Sorotbangsanews.com – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengecam Washington yang dinilai atas dukungan buta terhadap kejahatan Tel Aviv terhadap kemanusiaan, dan mengatakan pengiriman rudal “presisi” AS ke Israel diduga telah memungkinkan rezim Zionis untuk menargetkan lebih banyak anak dengan lebih tepat.

Zarif mengatakan, melengkapi Israel dengan rudal presisi oleh AS disinyalir telah memungkinkan rezim untuk membantai lebih banyak anak-anak Palestina dengan lebih presisi, sementara itu, mengecam pencegahan Washington untuk mengeluarkan pernyataan apa pun di DK PBB yang berisi kritik sekecil apa pun terhadap tindakan kriminal Israel. Dikutip dari farsnews.

Setidaknya 212 orang, termasuk 58 anak-anak, telah menjadi martir di Jalur Gaza sejak Israel memulai babak baru kejahatan terhadap Palestina seminggu lalu. Lebih dari 1.400 warga Palestina juga terluka.

Dalam sambutan yang relevan sebelumnya pada hari Senin 17 Mai 2021, Zarif mengecam negara-negara Eropa atas dukungan mereka mengenai kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap bangsa Palestina.

“Seperti yang saya katakan dalam pidato saya di pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Minggu 16 Mai 2021, dukungan negara-negara Eropa untuk kejahatan rezim Zionis sama sekali tidak dapat diterima,” kata Zarif.

Menurutnya, sementara itu, menyalahkan negara-negara Muslim tertentu karena menjalankan kebijakan normalisasi hubungan dengan Israel, dan berkata, “Langkah ini telah memungkinkan rezim Zionis untuk melakukan kejahatannya dalam bentuk lain.”

Zarif menggarisbawahi perlunya mengubah kebijakan negara-negara Islam tertentu serta negara-negara Eropa terhadap masalah Israel dan Palestina, dan berkata, “Kita harus menampilkan realitas sebagaimana adanya dan mencegah rezim Zionis menerapkan kebijakannya dengan mengubah realitas dan kebohongan.