Pahlawan Kebersihan Dari Kota Panton Labu

Aceh Utara – Sorotbangsanews – Pahlawan masa kini, bagi kami, adalah sosok manusia biasa seperti kita. Lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan. Namun, melalui profesinya, mereka mampu memberi lebih kepada masyarakat, Mereka adalah pasukan kuning dan penyapu jalanan, Di tengah padatnya arus lalu lintas dan panasnya terik matahari, mereka mengabaikan rasa letih untuk memastikan jalan Kota Panton Labu agar bersih dari sampah, rabu 19 Juni 2019

Mulai subuh sekitar pukul 05.00 WIB, pasukan kuning menyebar di sepanjang jalan dalam wilayah kota Panton Labu . Mereka menyapu plastik kresek dan botol air mineral bekas di jalan, memungut sampah, dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pekerjaan tukang sapu jalanan, tukang angkut sampah tak dipungkiri masih dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal, secara tidak langsung mereka inilah pahlawan lingkungan. Terutama ketika musim buah tiba dan pasca Lebaran, sampah kian menggunung. Jika tak segera dibersihkan, suasana kota pun menjadi tidak nyaman.

Tingginya tingkat konsumsi masyarakat, terutama masyarakat perkotaan membuat terjadinya penumpukkan sampah di beberapa tempat pembuangan sampah. Jika ini tidak segera dilakukan pembersihan, maka tumpukkan itu akan semakin bertambah, bahkan akan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada kesehatan. Apalagi bila sampah dibuang secara sembarangan.

Tentu kita harus berterima kasih dengan para pahlawan kebersihan , seperti tukang angkut sampah dan penyapu jalanan yang setiap pagi menyapu dan memungut sampah. Bekerja sejak pukul 05.00 wib, mereka harus menyapu di sepanjang area yang sudah ditentukan. Setiap paginya ada pengawas yang melihat pekerjaan mereka, terutama bersih dari sampah-sampah plastik dan pasir.

Rubiah(35 th) berstatus janda warga Desa Lhok Bintang Hu Kec Tanah Jambo Aye Kab Aceh Utara salah satunya,dia sudah lama menekuni pekerjaan ini. Saat ditemui LSM PALA, ia sedang membersihkan sekitar kawasan Jalan Tgk Chik Di Tiro. “Turun dari rumah setelah shalat subuh, kemudian mulai menyapu,” jelasnya

Meski pekerjaan ini tidak membutuhkan keahlian, dan diakuinya tidak begitu kesulitan, namun ada beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya ketika masyarakat dengan sengaja membuang sampah sembarangan. “Kadang kan sampah yang di sekitar jalan raya sudah dibersihkan, lalu ada orang yang membuang sampah tidak memasukkan pada tempatnya. Jadi sayalah yang membersihkannya lagi,” jelasnya

Meski sudah lama bekerja sebagai tukang sapu di jalanan, ia mengaku kerap muncul rasa takut saat kendaraan banyak yang lalu lalang. “Kadang ngeri jugalah,” Sebenarnya, dia ingin sekali turun lebih awal untuk menghindari kendaraan yang ramai. Tapi sebelum jam lima, kondisi masih gelap, banyak sampah yang tidak terlihat. Tak banyak yang bisa ia lakukan, selain berhati-hati saat menjalankan rutinitas pekerjaannya.

Rubiah juga menyampaikan harapannya.Ia berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nasib pekerja kecil, seperti ia dan teman-temannya.Ia berharap gajinya tak telat di berikan.
Utk gaji janganlah telat di berikan, terkadang kami ngutang di warung utk belanja karena gaji belum keluar.

Rubiahpun menutup pembicaraan dengan berpesan agar Masyarakat kota Panton Labu lebih meningkatkan kesadaran diri mereka untuk membuang sampah pada tempatnya dan turut serta menjaga kebersihan lingkungan.
Sedikit aksi dari mereka sangat berarti,itu turut membantu pekerjaan kami,”pungkasnya

(Abdul Rafar)