Mafia Gas Bersubsidi di Jakarta Timur Terkesan Oknum Aparatur Negara Tutup Mata

Jakarta – Di saat situasi solar dan minyak goreng sedang langka pada saat ini, dan menyambut bulan suci ramadhan diduga mafia gas ini kesempatan untuk melakukan aksi ilegalnya untuk mengoplos tabung gas 3kg bersubsidi ke tabung gas non subsidi 12kg dan 50kg tepatnya di Jln. Tanggul pulo gebang daerah Kecamatan Cakung Jakarta Timur. (17/4/22).

Belum lama ini awak media online khatulistiwa.com melakukan investigasi ke tempat praktek yang disinyalir melakukan pengoplosan tabung gas 3kg bersubsidi ke tabung 12kg non subsidi.

Sedangkan berdasarkan dalam Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Kemudian, ada Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang No. 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman pidana penjara paling lama selama-lamanya 6 bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500 ribu.

Hal ini, diindikasikan praktek pengoplosan gas 3kg bersubsidi diduga ada oknum yang berwenang membiarkan kegiatan ilegal tersebut. Dampak dari kegiatan Mafia pengoplos gas ini sudah membuat kerugian pihak Pertamina, masyarakat miskin dan Negara. Masyarakat menghimbau agar mafia gas 3kg subsidi ini ditindak tegas oleh Aparatur Negara dan Pihak Instansi Pemerintah setempat. (Bun)