Polsek Pancur Batu Diduga Tak Berani Tangkap Pelaku Pemecahan Kaca Mobil Wartawan

Pancur Batu – Sorotbangsanews.com – Semenjak di laporkan Polsek Pancur Batu pada tanggal 5 Februari 2020 sampai dengan 5 Agustus 2020 laporan pengaduan tindak pidana pengrusakan mobil wartawan yang terparkir di Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang tidak menuai hasil .

Oknum polisi Pancur Batu terkesan tertutup dan tidak mampu dalam menyelidiki kasus yang sudah 6 bulan tidak terungkap tersebut. dimana menurut korban bahwa ada cctv yang sudah dikantongi penyidik dan di dalam Cctv tersebut terlihat dua orang yang mengendarai sepeda motor yang diduga matic melempar kaca mobilnya yang terparkir di Simpang Tuntungan Kecamatan Pancur Batu.

Sebelum kejadian pelemparan kaca mobil terjadi, Korban menjelaskan bahwa datangnya seorang pria asal Kabupaten Sidikalang (Dairi) yang membeli hp di sebuah counter hp di Simpang Tuntungan lalu ke esokan/dua hari kemudian pria tersebut yang mengaku sebagai supir datang kembali ke toko dengan berasalankan hp Iphone yang dia beli rusak .

Kedatangan pria tersebut ke Toko Counter dengan membawa sejumlah pria berseragam OKP. menindak lanjuti hal tersebut korban yang pada saat itu sedang berbelanja kursi mendadak mendapatkan telephon dari seorang pria yang diduga bernama “Indra”.

Saat itu yang menelephon diduga sempat meminta agar uang dikembalikan dengan “Nada Keras” , pulangkan saja uangnya, dia itu family saya. saat itu korban yang tengah dalam perjalanan kembali ke toko menjelaskan melalui selular bahwa “Saat pembelian semua sudah di cek, tidak ada yang rusak, jika rusak akan kita cek terlebih dahulu.

Sepanjang perjalanann menuju ke Pancur Batu. korban terus mendapatkan telephon dari pihak pembeli. setibanya di Counter Hp yang berada di Simpang Tuntungan, korban yang bersama dengan saudara kandungnya Leo Sembiring yang merupakan wartawan media online melihat sejumlah anggota OKP Sudah berada di toko dan sebagian duduk di samping warung.

Sesampainya korban di toko sejumlah pria yang berada di lokasi langsung bringas dan korban langsung melakukan pengecekan terhadap ponsel tersebut, dan ternyata ponsel tersebut tidak memiliki pulsa sehingga tidak bisa digunakan. selanjutnya mereka satu per satu pergi meninggalkan lokasi toko.

beberapa menit kemudian Leo Sembiring yang pada saat itu ingin kembali kerumah saat membuka pintu mobil dirinya melihat kaca sudah pecah, dan langsung menghubungi Polisi dan langsung membuat laporan ke Polsek Pancur Batu dan sudah 6 bulan tidak ada hasilnya.

korban tidak tau siapa yang melempar kaca mobil tersebut, ia menyerahkan sepenuhnya penyidikan kepada pihak kepolisian dan meminta kepada Kapolda Sumut untuk mengevaluasi Kinerja Kapolsek Pancur Batu, dan Korban memohon kepada Kapolrestabes Medan agar kembali di evaluasi kinjerja Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, karena kasus tersebut sudah 6 bulan tidak terungkap.

Korban juga memohon kepada Kapolda Sumut untuk segara menangkap pelaku dalam pemecahan kaca tersebut, dimana ada Cctv yang menyorot kejadian yang menggemparkan simpang Tuntungan Pancur Batu

Korban juga meminta agar himbauan Kapolda Sumut Irjan Pol Martuani Sormin “Tidak Ada Tempat Bagi Pelaku Kejahatan Dapat Diterapkan Di Pancur Batu”

Korban juga menjelaskan bahwa Kapolsek Pancur Batu Akp Dedy Dharma dan Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu AKP Syahril Diduga kuat terkesan tertutup dan tidak berani mengungkap peristiwa ini. sudah ada cctv dan ada terlihat pelaku pelemparan tidak kenapa tidak ada ada yang ditangkap. Apakah karena kami orang miskin makanya pelaku pelemparan kaca mobil kami tidak ditangkap.

Selain itu, Korban juga berharap agar penanganan laporannya tersebut segera diambil alih oleh Polda Sumut, karena korban menilai jika masih terus ditangani oleh Kapolsek Pancur Batu sepertinya berat kemungkinan kasus ini akan terungkap, karena sudah 6 bulan peristiwa ini terjadi tapi pelakunya masih bergentayangan

Padahal ada Motto Kapolda Irjen Pol Martuani Sormin ,M.SI “ Tidak Ada Tempat Bagi Pelaku Kejahatan di Sumut” lalu kenapa pelaku pelemparan kaca saja tidak mampu ditangkap. menurut korban sudah layak ini menjadi evaluasi yang khusus bagi Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan, agar menempatkan orang orang yang mau bekerja untuk melayani mengayomi dan melindungi Masyarakat Sumatera Utara khususnya di Pancur Batu.

Ditempat terpisah, Kapolsek Pancur Batu AKP Dedy Dharma ,SH dan Kanit Reskrim AKP Syahril SH, sepertinya nungkam dan tidak ingin menjawab saat di konfirmasi sebanyak 2 kali melalui pesan WhatsApp dan saat dihubungi tidak mau menjawab .(5/8/2020). (Team)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here