Aksi Demo, Massa Berhamburan di Kwitang

Sorotbangsanews.com – Aksi penolakan RUU Cipta Kerja berujung ricuh. Massa yang menolak membubarkan diri usai demo, terlibat bentrok dengan aparat keamanan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/10/2020).

Dalam media sosial (medsos) @GebbyFebrina terekam video berdurasi 45menit ia menuturkan, Astagfirullah asal nembak” in warga gatau apa banyak anak kecil dan lansiaa !!! Gaseharunyaa apart seperti itu . Bayi banyak yg troma gr “ denger suara tembakan 😭😭😭😭 banyak korban juga!! #kwitang #tolakomnisbuslaw

Dilanjuti dengan berbagai komentar Kalo gitu coba aja d biarin aja, mereka rusuh² deh biar aparatnya tdr aja d rmh, mau lihat masyarakat Indonesia tar respon seperti apa yaa, apakah masih menyalahkan aparat keamanan ? Kan katanya org berpendidikan semua 😪😴

Kemudian dijelaskan oleh @koodir Bantu jelasin ya. Yg dikejar emang pendemonya mba, tapi itu ditembakinnya ke area permukiman warga nah dampaknya warga juga merasakan dari gas air matanya, jadi sebenernya kurang tepat aja aparat nembakin gas air kepemukimam penduduk yg notabennya banyak anak kecil & lansia.

Sebelumnya sudah diperingatkan untuk bubar karena dah melewati jam berdemo… tapi masih berdemo ya terpaksa dibubarkan… logika gampang gini aja koq ga bisa… btw, dah pernah ke Israel ?

Menurut informasi, Massa melemparkan batu ke arah barikade kepolisian. Polisi membalas dengan melemparkan gas air mata.

Gas Air mata itu pun perlahan mengurai massa demo. Kepolisian mulai menguasai area yang sempat diduduki massa.

Selain itu pula Ban-ban bekas yang dibakar massa itu pun dipadamkan oleh kepolisian. Kepolisian lalu menyisir demonstran yang nekat bertahan di ruas jalan Kwitang.

Pakai Motor Trail, Polisi Pukul Mundur Demonstran di Tugu Tani ke Arah Senen
Massa yang memanfaatkan momen demo tolak RUU Cipta Kerja, rusuh di Kwitang, Jakarta Pusat, dekat Tugu Tani. Mereka membakar sejumlah benda di tengah jalan.

Polisi menghujani massa dengan gas air mata. Namun, massa masih nekat melempari petugas dengan batu dan ranting, dengan terpaksa polisi membubarkan massa, guna mengantisifasi hal hal yang kita semua tidak inginkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here