Duit Rakyat Disikat Giliran Ekonomi Sekarat Ngemis ke Rakyat

Sorotbangsanews.com – Hidup ini bagaikan panggung sandiwara, seakan akan menjadi donggeng cerita bila nenek yang becerita siapapun percaya, dimana saat masyarakat terhimpit mengenai kebutuhan ekonomi akibat pandemi, masyarakat pun senantiasa berjuang demi menunjang kebutuhan kehidupan sehari hari, ditambah dengan yang terdampak PHK dan yang dirumahkan serta pengganguran dimana mana, utang numpuk dapur rakyat pun mungkin mulai tak ngebul.

Terasa miris saat yang diunggah akun @Revenger1924. ia menuturkan DUIT RAKYAT DISIKAT
GILIRAN EKONOMI SEKARAT
NGEMIS RAKYAT..,” tulisnya. (13/2/21).

Kini trending dengan tagar di media sosial jagat maya twitter dengan tema #MundurlahPakLurah

Seiring cuitannya mungkin mengarah dengan adanya dana Bantuan Sosial (Bansos) untuk Covid-19 seakan akan menjadi bancakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti salah satunya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dimotori Juliari batubara tentunya telah melukai hati masyarakat Indonesia.

Disisi lain, menurut Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Dr. Thamrin Amal Tomagola, mereka yang telah merampok dana Bansos pantasnya di hukum mati.

Selain itu pula ia memaparkan, Parpol nya mestinya digugat ke MK untuk dibubarkan karena rampok Dana Bencana,” paparnya di akun twitter @tamrintomagola. (18/1/21).

Lalu Budi Setyarso menerangkan, Bagaimana perusahaan yang terafiliasi dengan dua politikus PDIP memperoleh proyek pengadaan bansos hingga Rp 3,4 triliun,” papar akun Twitter-nya @BudiSetyarso. Kemudian Kata Thamrin, para politisi PDIP yang terlibat korupsi bansos sepantasnya dihukum mati.

Menyebutkan, dua politikus Partai Partai Demokrasi Perjuangan, Herman Hery dan Ihsan Yunus, diduga menguasi proyek pengadaan bantuan sosial 2020 di kementerian sosial yang dipimpin kolega mereka, Juliari Peter Batubara, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan politisi PDIP keduanya mendapat jatah hingga Rp. 3,4 Triliun, separuh dari anggaran bantuan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor sejumlah perusahan itu sepanjang pekan lalu.

Ada pun yang ia maksud giliran ekonomi sekarat ngemis ke rakyat, mungkin mengarah mengenai kebijakan pemerintah perihal pembangunan infrastruktur di indonesia.

Kebijakan pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021.

Meski demikian pro kontra pun menuai kontroversial dikalangan publik, yang sebelumnya, menurut Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Tengku Zulkarnain menuturkan bahwasannya katanya Januari ini Bos perlu dana Rp. 342 Trilyun. Ntar Bulan Maret Jatuh Tempo Bayar Hutang senilai Rp. 300 Trilyun Lagi. Apa Nggak Mau Pecah Kepala Berbie,” sindirnya.

Mengapa Giliran mereka sepertinya mengeluh Aje, Dul. Solusinya Ape, Dul? Itu yang Penting…!” tulis Tengku Zulkarnain (28/1/21).

Pemerintah melalui menteri keuangan menyebutkan, dengan menargetkan membangun sarana infrastuktur senilai Rp. 597 Milyar yang berasal dari dana wakaf.

Ustadz Tengku Zulkarnain merasa heran dengan adanya hal tersebut, kemudian ia pun membandingkan, Jepang miskin dengan Sumber Daya Alam (SDA). Swiss tidak punya laut. Saudi tidak punya hutan. Eropa tidak punya minyak dan Gas Bumi. Singapore tidak punya sawah ladang. Dan kita Negara Indonesia punya semuanya. Mestinya Negara kita jauh lebih kaya dari mereka semua. Mungkin Negara miskin gara2 Islam Radikal. Hehe…,” kritiknya.

Seperti halnya Lagu Koes plus pun sekarang harus diganti full lirik lagunya kayanya?,,,orang bilang tanah kita tanah surga.., tongkat dan batu jadi tanaman.

Selain itu pula Ustadz Tengku Zulkarnain pun menyindir dengan nada, Sudah diganti sama Mas Yok Koeswoyo kemarin, Bukan lautan hanya kolam lumpur, Kail dan jala sudah banyak yang nganggur. Tiada ikan tiada udang kau temui, Semuanya sudah habis dicuri…Orang bilang tanah kita tanah sorga, tapi sayang salah kelola…,” imbuhnya.

Yang mengganti syairnya mas Yok Sendiri. Anggota Koes Plus yang masih hidup satu satunya. Ada di youtube,” pungkas Ustadz Tengku Zulkarnain.