Presiden Jokowi Memaparkan Akhir Pandemi Belum Bisa Diprediksi, Artinya Kita Butuh Ketahanan Nafas Yang Panjang

Sorotbangsanews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan bahwa akhir dari pandemi ini belum bisa diprediksi.

Setelah varian pertama kemudian datang varian delta, yang menurut presiden tiga hari yang lalu WHO menyampaikan diperkirakan akan muncul lagi varian baru, varian baru lagi dan ini akan menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan,” paparnya. Dikanal YouTube Sekretariat Presiden. (20/7/21).

“Artinya kita butuh ketahanan nafas yang panjang”.

“Oleh sebab itu saya minta kepada Gubernur, Bupati, Walikota yang didukung oleh seluruh jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) agar semuanya fokus kepada masalah ini, baik sisi Covid-19 nya maupun sisi ekonomi, dan manajemen serta pengorganisasian adalah kunci. Saya minta semua mesin organisasi dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Jokowi.

Selanjutnya Presiden Jokowi membutuhkan kepemimpinan di lapangan yang kuat untuk menghadapi pandemi sekarang ini, kepemimpinan yang dimaksud Presiden adalah yang menguasai lapangan serta bisa bergerak cepat dan responsif.

“Kepemimpinan lapangan ini harus kuat disemua level pemerintahan, dari level atas sampai level kecamatan, kelurahan dan desa,” imbuhnya.

Selain itu juga Presiden memahami bahwa ada aspirasi masyarakat yang meminta agar kegiatan sosial dan ekonomi bisa dilonggarkan, Menurut Presiden, hal semacam ini bisa dilakukan jika kasus penularan Covid-19 sudah rendah, dan jika kasus dengan gejala berat yang masuk ke rumah sakit juga sudah rendah.

“Bayangkan, kalau pembatasan ini dilonggarkan, kemudian kasusnya naik lagi, dan kemudian rumah sakit tidak mampu menampung pasien-pasien yang ada, ini juga akan menyebabkan fasilitas kita menjadi kolaps. Hati-hati juga dengan ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepala negera juga kembali menegaskan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) terutama menjaga jarak dan memakai masker. Hal tersebut merupakan salah satu dari dua kunci utama menyelesaikan pandemi Covid-19 ini, selain vaksinasi.

“Kuncinya sebetulnya hanya ada dua sekarang ini. Hanya ada dua. Mempercepat vaksinasi. Yang kedua, kedisiplinan protokol kesehatan utamanya masker, pakai masker,” tegas Jokowi.

Lebih lanjut, oleh sebab itu, saya minta kepada gubernur, bupati dan walikota didukung oleh Forkopimda, betul-betul semuanya fokus dan bertanggung jawab terhadap semua ini. Pemerintah pusat akan memberi dukungan,” sambungnya.

Selain mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan, masyarakat juga perlu diedukasi tentang cara mendeteksi dini apabila mereka terpapar Covid-19. Presiden berujar, bahwa masyarakat juga perlu diarahkan kemana mereka berkonsultasi dengan dokter, hingga bagaimana cara mereka memperoleh obatnya.

“Masyarakat juga harus tahu cara mendeteksi dini (Apabila) tertular Covid-19 kemudian kemana memperoleh obat dan kemana berkonsultasi-apakah ke dokter atau ke rumah sakit,” jelasnya.

Kemudian yang penting Presiden Jokowi menyampaikan penyiapan rumah isolasi terutama yang bergejala ringan, kalau bisa ini sampai ditingkat kelurahan atau kepala desa ini akan lebih baik, kalau tidak, setidaknya ada isolasi terpusat di tingkat kecamatan, terutama ini untuk kawasan-kawasan yang padat, utamanya di kota-kota ini harus ada, karena cek lapangan yang dilakukan Presiden untuk kawasan padat tiga kali tiga dihuni oleh empat orang, saya kira kecepatan penularan Covid-19 akan sangat masih bila itu tidak dipersiapkan,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta kepada kepala daerah agar tindakan pendisiplinan protokol kesehatan disejumlah tempat seperti pasar, pabrik, mall, hingga rumah ibadah didetailkan aturannya.

Dan yang ke tiga rencanakan dan siapkan rumah sakit umum daerah (RSUD) termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat, ini harus ada antisipasi terlebih dahulu, paling tidak kita memiliki di dalam perencanaan itu, bagaimana kalau rumah sakit itu penuh, jangan sudah penuh baru menyiapkan maka akan terlambat,” pungkas Jokowi.