BNPB Gandeng FWJ Gelar Bimtek, Perihal Penanganan Covid-19

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Forum Wartawan Jakarta (FWJ), yang menggelar pelatihan pendampingan wartawan dalam peliputan dan pemberitaan perihal Covid-19. (7 Oktober 2020).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah pengurus FWJ dan 28 wartawan Kota Tangerang Raya yang diselenggarakan di Novotel Tangerang, dengan mengikuti protokol Kesehatan seoerti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Kita Berbagi Kita Mengedukasi Covid-19″ adalah tema yang diusung oleh panitia,” ujar Kabid Humas BNPB Rita S, dalam sambutan pembukaan. Kami berharap dengan sinergi kebersamaan dengan rekan-rekan wartawan, dapat memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat dimasa pandemi ini,” ujarnya.

Ketua Bidang Organisasi FWJ, Esa Tjatur, dalam sambutannya mengatakan ” Saya berharap agar rekan-rekan wartawan yang mengikuti pelatihan saat ini bisa menulis berita yang mendidik dan jangan memberitakan hoax,” paparnya.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara pertama Egi Masadiah (BNPB), yang bertajuk “Wartawan Melawan Hoax dan Pembela Kebenaran”.

Pembicara kedua adalah wartawan Kompas, Ahmad Arif, yang memberi materi bertajuk “Jurnalisme Kebencanaan”. yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom.

Pembicara ketiga adalah Kalak BNPB kota Tangerang, Deni Koswara, S. Sos, MSi yang membawa materi bertajuk “Peran BPBD Kota Tangerang Dalam Memutus Mata Rantai Covid-9”

Pembicara ke empat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Dr. Achmad Yurianto membawakan materi “Strategi Pemerintah dalam Penanganan Cobid 19”

Pembicara ke lima Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati, S.Si, MSi, membawakan materi bertajuk “Managemen Kebencanaan Pada Masa Pandemi Covid-19”

Egi Masadiah sebagai pembicara pertama mengatakan “Menurut data Tim Pakar Satgas Covid-19 yang diketuai Prof Wiku Adisasmito, peran aktif (dan positif) media massa memegang peranan 63 persen dalam menanggulangi pandemi covid-19 di tanah air. Kontribusi peran yang begitu besar, bisa mengakibatkan turbulensi atau guncangan keadaan jika tidak dilakukan dengan baik,” Ulas Egi. 3 cara media melawan hoax dan menjadi pembela kebenaran yakni ; menanamkan rasa berdosa jika salah menulis, merasa butuh eksplorasi dalam mengakses ketersediaan pemberitaan.

Ahmad Arif dalam pengantarnya mengatakan “Dimasa pandemi ini, sebaiknya media tetap memegang prinsip pemberitaan sesuai dengan kaidah yang diatur dalam kode etik jurnalistik dan mengikuti pesan yang ditulis oleh Bill Kovack & Tom Rosenstiel dalam bukunya ” Elemen Journalisme”. Disamping itu peran media dimasa pandemi adalah membangun komunikasi, memberi informasi, mengedukasi, memberi inspirasi, watcdog, dan menghibur,” papar wartawan yang kredibel pada berita bencana.

Menurutnya, ada tiga peran media, yakni, sebelum bencana, saat bencana dan sesudah bencana. Pedoman untuk media sebelum bencana yakni, kenali kerentetan bahaya resiko, informasi publik, peringatan dini, informasi kesiap siagaan. Disamping itu media harus bisa membangun literasi kebencanaan dan rentetan, mengingatkan resiko bencana dari multiperspektif; geologi, antropologi, erkeologi, sosiologi, sejarah dan lain sebagainya.
Mendorong kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana berikutnya, melakukan edukasi ke masyarakat.

Kepala Pelaksana BNPB kota Tangerang, Deni Koswara, S. Sos, MSi selaku pembicara ketiga mengatakan “Dimasa PSBB ini kami menerapkan sangsi kepada masyarakat yang lalai berkeliaran tidak menggunakan masker dengan memberi denda. Hal ini kami lakukan untuk memberi efek jera kepada masyarakat Kota Tangerang. Kalau hanya sekedar himbauan kadang kala masyarakat kurang memperhatikan. Makanya kami terapkan denda,” terang mantan Camat di empat wilayah Tangerang ini.

Pembicara ke empat adalah Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Dr. Achmad Yurianto yang dalam pemaparannya menampilkan sejumlah data perkembangan covid sejak diberlakukannya keputusan Kemenkes dalam hal Pencegahan dan pengendalian covid-19 di Indonesia dengan diterbitkannya KMK 413/2020 yang pada pelaksanaanya perlu kolaborasi dan koordinasi lintas sektoral.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu dibangun dalam mencegah penyebaran covid-19. Disamping itu, media memiliki peran dalam komunikasi pada masyarakat sehingga penting bagi wartawan untuk menyajikan berita yang tidak mengandung Hoax,” kata mantan Juru bicara Gugus tugas Covid 19 BNPB ini.

Pembicara kelima adalah Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati, S.Si, MSi, membawakan materi bertajuk “Managemen Kebencanaan Pada Masa Pandemi Covid-19”. Dalam paparannya menampilkan potensi bencana bukan hanya covid saja, namun sejumlah bencana seperti tanah longsor, banjir, letusan gunung berapi, gempa tektonik yang menyebabkan Tsunami juga harus kita antisipasi. Utamanya penanganan korban bencana. Namun, kita juga mesti memberikan informasi dan edukasi melalui pemberitaan media pra bencana, saat bencana dan sesudah bencana.

Bimtek berakhir pada pukul 16.00 Wib dilanjutkan dengan sesi fhoto bersama antara panitia dari BNPB, BPBD Kota Tangerang dan wartawan yang mengikuti Bimtek. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here