Beranda Nusantara Daerah Sidang Setempat Lahan Bandara Soetta Berharap Keadilan

Sidang Setempat Lahan Bandara Soetta Berharap Keadilan

0
Sidang Setempat Lahan Bandara Soetta Berharap Keadilan

Tangerang – Sorotbangsanews.com – Sidang setempat (PS) di lahan Bandara Soetta dilakukan dari luar area Bandara Soetta. Majelis Hakim Ely SH di bantu Hakim anggota Sucipto SH. MH dan R Aji Suryo SH. MH. Hanya melihat lokasi tanah dari jarak 1 kilo meter lebih.

Letak tanah milik ahli waris H. Soid sudah menjadi landasan pesawat terminal 3,” ujar warga yang ikut menyaksikan. Kedatangan hakim dilokasi hanya melihat dari jauh serta mendengar penjelasan kuasa hukum penggugat dan tergugat dari luar pagar bandara Soetta. (11/1/21).

Hakim pengadilan hanya memastikan lokasi tanah yang belum di bayar semua oleh angkasa pura II,” papar EEN para legal dari team pengacara Tanjung Cs.

Kami hanya menggugat angkasa pura yang ingkar janji,” imbuh Tanjung dilokasi (PS) ketika di temui awak media. Yang kami gugat sisa uang pembayaran tanah milik keluarga ahli waris H. Soid. Sebesar 5,4 M.

Ahli waris baru menerima bayaran 2,8 M. Sisanya sampai saat ini masih 2,6 M. yang belum di bayar oleh angkasa pura,” ulas Tanjung SH. Itu uang sudah di titipkan di pengadilan (konsinyasi) kenapa angkasa pura bayar hanya separuh.

Dari awal gugatan ini pun kami sudah di preser “bahkan ketika mediasi pun kami di suruh mundur oleh hakim mediasi Arif, setelah kami mengajukan sidang setempat (PS) hakim mediasi pun seperti tidak senang. Kan saya bilang gak usah di terusin, cabut aja,” kata para legal pengacara menyampaikan ucapan hakim mediasi.

Bahkan ketika kita sidang (PS) pun tadi kuasa hukum Bandara berkata, pengacara Sianturi datang kesini. Urusanya apa dengan pengacara Sianturi,” papar Tanjung. Saya berurusan dengan angkasa pura yang menahan pembayaran sisa uang H. Siod sebesar 2,6 M.

Sekarang kalau tanah itu ada yang mengakui seperti kata pengacara Bandara. Sianturi. Uang konsinyasi kan sebesar 5,4 M. sudah di bayarkan separuh sebesar 2,8 M. ke H. Soid. Kalau Sianturi menggugat terus menang berarti uang konsinyasi ya kan masih 5,4 M. Berarti uang apa yang di bayarkan ke H. Soid sebesar 2,8 M. tersebut,” terang Tanjung.

Preser yang kami dapat bukan dari hakim mediator saja. Dari pengacara angkasa pura pun kami dapatkan. Diduga mereka mau mengakali uang sisa 2,6 M. supaya di anggap tidak ada.

Ahli waris H. Soid warga rawa rengas menuding Pengadilan Negeri Tangerang tidak konsisten atas pembayaran pembebasan lahan yang di konsinyasi oleh pembebasan Bandara Soetta.

Proyek pembebasan peruntukan bandara soekarno hatta melalui pihak PT angkasa pura 2 sebagai pelaksana pembayaran ganti kerugian khususnya diwilayah desa Rawa rengas kabupaten tangerang dinilai banyak meninggalkan masalah

Salah satu dari masyarakat desa rawa rengas atas nama ahli waris H. soid telah melakukan upaya meminta sisa ganti kerugian tanah yang di bebaskan. Dari total kurang lebih Rp 5,4 milyar kepada pihak PT Angkasa Pura II tidak mendapatkan hasil dengan alasan dana ganti kerugian sebesar kurang lebih 5.4 milyar telah dititipkan (konsinyasi)

Pengadilan Negeri Tangerang mengenai penyelesaian terakhir Masalah pembebasan lahan. Karena lahan tersebut telah dipersengketakan di badan pertanahan kabupaten tangerang sehingga pihak PT Angkasa Pura II tidak dapat merekomendasikan ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk dapat mencairkan sisa dana tersebut kepada para ahli waris H. soid

Kami dari kantor hukum S.A. Tanjung dan Rekan atas tidak adanya itikad baik dan penjelasan yang kurang memuaskan telah mendaftarkan perkara ingkar janji (wan prestasi) kepada PT Angkasa Pura II dan sudah di lakukan sidang setempat (PS)

Pihak angkasa pura II selalu menjelaskan tidak dapat merealisasikan pembayaran sisa konsinyasi kurang lebih sebesar Rp.2.6 milyar karena sedang dipersengketakan dengan pihak intiriansa sianturi, sampai detik ini pengacara yang mengatakan tanah dimiliki Sianturi belum juga ada bukti kepemilikanya.

Pihak badan pertanahan nasional hanya menjelaskan lahan milik almarhum H. Soid sedang di persengketakan dan dananya disinyalir telah di konsinyasikan.

Atas tidak adanya keadilan yang diterima kemudian para ahli waris H. Soid yang rata-rata tidak paham hukum kemudian meminta bantuan hukum untuk menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi. Kami berharap keadilan masih ada di pihak orang miskin. (play)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here