Dicecar Fansnya, Iwan Fals Angkat Suara: Siapa Sebenarnya Dalang dibalik Kerusuhan Aksi Demo

(Ilustrasi)

Sorotbangsanews.com – Berbagai aksi demontrasi diberbagai daerah pada Kamis, 8 Oktober 2020, Bung Iwan Fals pun angkat suara, ia memaparkan, & itu Aktor atau Dalang kerusuhan demo yang kemaren atau apalah namanya, harus segera disebut namanya oleh Pemerintah atau Hakim, klo nggak jangan2 orang bisa menduga Presiden sendirilah dalangnya. Dalam cuitan ditwitter (11/10).

Berawal dari kritikan para netizen yang menurutnya, makin tua makin gak mutu, kemudian dijelaskan oleh netizen lainnya, agar kiranya tidak menjadi kesalah fahaman, ya setiap orang itu punya masa nya mas
kalau ngurusin negara terus kapan ngurus keluarganya.

iya siapa tau masnya belum berkeluarga kali ya.

Bung Iwan Fals musisi legendaris indonesia, tentunya masyarakat indonesia pun mengetahui perihal sepak terjang beliau, apalagi jika kita cermati dari lagu lagu beliau yang mengkritisi kebijakan pemerintah.

Setelah bung iwan fals membuat statement tersebut, para netizen pun berkomentar, nah gini dong bung iwan yang kita kenal, lalu dilanjutkan jangan memaksakan individu untuk selalu sama.

Dilain itu pula berbagai komentar bermunculan, Nah lo @DivHumas_Polri mesti kerja keras usut dan tangkap itu dalang kerusuhan atau apa yang menjadi kecurigaan bang Fals terhadap @jokowi itu benar, dilanjuti dengan komentar lainnya, yakin pemerintah akan sebut nama? palingan cari kambing hitam,” papar netizen.

Komentar netizen pun bervariasi, Dalangnya adalah si bento dan korbannya si budi kecil. Dalangnya adalah penguasa! Kenapa terjadi demo&perlawanan? Karena kekuasaan telah menghina nurani publik,” ujar netizen.

Manusia sama saja dengan binatang. Selalu perlu makan. Namun caranya berbeda. Dalam memperoleh makanan. Binatang tak mempunyai akal dan pikiran. Segala cara halalkan demi perut kenyang. Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan. Kayak lirik lagu ini yee oom..

Seperti halnya kita ketahui, Lirik Lagu Sumbang Iwan Fals.

Kuatnya belenggu besi
Mengikat kedua kaki.
Tajamnya ujung belati
Menujam di ulu hati.

Sanggupkah tak akan lari walau akhirnya
Pasti mati.

Di kepala tanpa baja di
Tangan tanpa senjata.
Akh itu soal biasa yang
Singgah di depan mata kita.

Lusuhnya kain bendera di
Halaman rumah kita.
Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan.
Banyaknya persoalan yang datang tak
Kenal kasian menyerang dalam gelap.

Memburu kala haru dengan
Cara main kayu.
Tinggalkan bekas biru lalu
Pergi tanpa ragu.

Setan-setan politik kan datang mencekik
Walau dimasa pacekik tetap mencekik.

Apakah slamanya politik itu kejam?
Apakah selamanya dia datang.

‘Tuk menghantam?

Ataukah memang itu yang sudah
Digariskan?
Menjilat, menghasut, menindas
Memperkosa hak-hak sewajarnya.

Maling teriak maling sembunyi balik
Dinding pengecut lari terkencing-kencing.
Tikam dari belakang lawan lengah
Diterjang lalu sibuk mencari kambing Hitam.

Selusin kepala tak berdosa.
Berteriak hingga serak didalam negeri yang congkak lalu senang dalang Tertawa…he…he…he…he…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here