Beranda Nasional Rocky Gerung: FPI Dibubarkan Dinilai Ekspresi Kepanikan Pemerintah

Rocky Gerung: FPI Dibubarkan Dinilai Ekspresi Kepanikan Pemerintah

0
Rocky Gerung: FPI Dibubarkan Dinilai Ekspresi Kepanikan Pemerintah

Sorotbangsanews.com – Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik dengan dibubarkannya ormas Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah dinilai sebagai sebuah ekspresi kepanikan yang ditunjukkan oleh pemerintahan saat ini. Terutama, oleh sosok pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab yang terbukti memiliki basis massa massif dan militan.

Rocky gerung menuturkan saat berbincang dengan awak media Hersubeno Arief dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official. (2/1).

Menurut penganat politik rocky gerung Saya melihat memang pemerintah panik dengan fenomena Habib Rizieq itu. Kepanikan itu tentu diterangkan melalui aktivitas Habib Rizieq,” paparnya.

Selain itu pula apa yang dilarang dari Front Pembela Islam (FPI).

Ia pun berpendapat yang dilarang itu seharusnya tindakan bukan hanya pemikiran seseorang,” sambungnya.

Dilain sisi Rocky mengkritik, yang disebut dengan maklumat adalah pemberitahuan kepada publik. Bukan malah sebuah ancaman. Sehingga Rocky menilai Kapolri keliru dalam mengeluarkan isi maklumat tersebut.

“Setahu saya kata maklumat itu deklarasi, bukan ancaman. Mana ada orang kasih maklumat dalam bentuk ancaman. Jadi isi maklumat itu dari segi adab, itu sudah keliru, maklumat artinya pernyataan,” paparnya.

Lebih lanjut Rocky menjelaskan, konteks pelarangan setiap kegiatan FPI yang dimaksud pemerintah dinilai lucu dan membuat bingung.

“Jadi paradoks, orang yang ingin mempertontonkan kekuasaan “pemerintah” itu menimbulkan kelucuan. Nanti polisi mesti jaga FPI supaya jangan keluar dari Petamburan, kendati dia mau menolong orang tetangganya yang lagi kebakaran, kan ajaib itu kan?” cetusnya.

Justru, kata Rocky, sebetulnya pemerintah yang berkuasa saat ini ingin memancing agar ada kekerasan yang dilakukan FPI, namun nyatanya berbanding terbalik.

“Hampir selama 2 bulan ini tidak ada kekerasan FPI. Mungkin nanti masyarakat menjadi bingung. Justru yang menjadi korban kekerasan dari pihak FPI nya,” sesal Filsuf asal UI tersebut.

“Jadi pemerintah bingung, hegemoni FPI mungkin nanti makin lama makin meluas, yang biasanya orang bilang FPI itu hanya cuma di Petamburan. Sekarang emak-emak Menteng, Bukit Tinggi, itu berkunjungnya ke Petamburan. Jadi, pemerintah terpaksa seolah-olah mengendalikan keadaan. Jadi pelarangan itu justru akan memperburuk citra Pemerintah,” ulas Rocky Gerung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here